Jackiecilley.com – Drama Korea menjadi tontonan yang populer di kalangan masyarakat, berkat kisah-kisahnya yang menyentuh dan relatable. Di antara berbagai genre, drama dengan nuansa retro, yang berlatar belakang dari era 1950-an hingga awal 2000-an, berhasil menarik perhatian penonton. Kisah-kisah tersebut tidak hanya menggugah rasa nostalgia, tetapi juga menyoroti perubahan budaya dari waktu ke waktu.
Rekomendasi pertama adalah “Typhoon Family,” sebuah drama yang berlatar krisis finansial Asia pada 1997. Karakter utamanya, Kang Tae Poong, mesti memimpin bisnis keluarganya yang terancam gulung tikar setelah ayahnya meninggal, berkolaborasi dengan Oh Mi Seon, seorang karyawan junior yang berbakat.
Selanjutnya, “A Hundred Memories” menggambarkan kehidupan Go Young Rye dan Seo Jong Hee di tahun 1980-an, mengisahkan tentang persahabatan dan cinta yang kompleks. Dalam drama ini, mereka berjuang menjaga hubungan mereka meskipun diuji oleh berbagai masalah emosional.
Drama “Twinkling Watermelon” menawarkan kisah unik tentang seorang siswa yang terjebak dalam perjalanan waktu ke tahun 1995 untuk mengenal ayahnya lebih baik. Sementara itu, “When Life Gives You Tangerines” menampilkan kisah Ae-Sun, seorang gadis penuh semangat di Pulau Jeju pada tahun 1950-an, yang bercita-cita menjadi penyair meskipun terhalang kemiskinan.
Dari genre melodrama, “Youth of May” mengambil latar peristiwa sejarah Pemberontakan Gwangju 1980, sementara “Snowdrop” berfokus pada pertemuan dua karakter di tengah gejolak politik tahun 1987. Terakhir, “Twenty Five Twenty One” menggambarkan perjuangan cinta di tengah krisis ekonomi.
Drama-drama ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga cerminan nilai-nilai sosial dan emosional yang relevan, mendorong penontonnya untuk merenungkan makna kehidupan.