Jackiecilley.com – Respiratory syncytial virus (RSV) kini menjadi perhatian utama bagi orangtua, khususnya bagi bayi di bawah usia dua tahun. Virus ini dikenal sebagai penyebab infeksi saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan bronkiolitis dan pneumonia, dengan risiko menular yang tinggi. Penularan RSV terjadi melalui percikan liur dari penderita saat batuk atau bersin, dan dapat bertahan di permukaan seperti mainan dan gagang pintu selama berjam-jam.
Bayi dan balita sangat rentan terhadap infeksi ini, terutama jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mulut. Para dokter menyatakan bahwa RSV paling menular dalam beberapa hari pertama infeksi dan dapat terus menular hingga empat minggu setelah terpapar.
Gejala awal RSV seringkali mirip dengan flu, mencakup pilek, batuk ringan, dan demam. Namun, infeksi ini dapat berkembang lebih serius pada bayi di bawah satu tahun. Beberapa tanda peringatan yang harus diperhatikan orangtua termasuk sesak napas, mengi, penurunan nafsu makan, serta kulit yang tampak kebiruan akibat oksigen yang tidak mencukupi. Dalam beberapa kasus, infeksi RSV dapat mengancam jiwa, sehingga perawatan intensif mungkin diperlukan.
Meskipun kebanyakan kasus dapat dirawat di rumah dengan menjaga asupan cairan dan memberikan istirahat yang cukup, orangtua disarankan untuk memantau gejala dengan cermat dan berkonsultasi dengan dokter anak. Pencegahan RSV dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, dan rutin membersihkan mainan serta permukaan lainnya. Dengan upaya ini, orangtua dapat melindungi anak dari penularan virus berbahaya ini.