Jackiecilley.com – Tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Venezuela mendapat kritik tajam dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev. Dalam pernyataannya pada Minggu (4/1), Medvedev menilai bahwa tindakan AS tersebut tidak hanya ilegal, melainkan juga menunjukkan konsistensi tertentu dalam mendukung kepentingan nasionalnya.
Medvedev, yang juga pernah menjabat sebagai presiden Rusia, menyebut penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pemerintah AS sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas. Ia juga menyoroti tuduhan Maduro yang menyatakan bahwa Washington berupaya menguasai sumber daya, termasuk minyak, di Venezuela. Menanggapi ini, Medvedev mengakui bahwa meskipun perilaku Trump terlihat ilegal, pemerintah AS tetap menunjukkan tekad yang kuat dalam menciptakan kebijakan luar negeri mereka.
Pernyataan Medvedev muncul setelah Venezuela mengumumkan keadaan darurat nasional akibat serangan yang terjadi di beberapa instalasi sipil dan militer oleh AS pada Sabtu (3/1). Trump mengkonfirmasi bahwa operasi “skala besar” tersebut telah dilakukan, dan menyatakan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan dibawa ke AS. Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa AS akan mengelola Venezuela hingga transisi yang aman dapat terwujud, serta berencana memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak.
Saat ini, Maduro dan istrinya ditahan di New York dan akan diadili terkait tuduhan perdagangan narkoba, yang sebelumnya dibantah oleh Maduro. Ia menyatakan kesediaan untuk berdialog meski tekanan internasional terhadap pemerintahannya terus meningkat.