Jackiecilley.com – Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno telah meninggal dunia pada usia 90 tahun 3 bulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin, 2 Maret. Almarhum mengembuskan napas terakhir di Ruang CICU pada pukul 06.58 WIB setelah mengalami penurunan kesehatan yang signifikan.
Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer yang berperan penting dalam pemerintahan Orde Baru, menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia dari 1993 hingga 1998. Sebelum itu, ia merupakan Panglima ABRI (1988–1993) dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1986–1988). Latar belakangnya yang berasal dari keluarga sederhana di Surabaya membentuk karakter dan dedikasinya sepanjang hidup. Ayahnya bekerja sebagai sopir ambulans, sementara Try aktif membantu ekonomi keluarga di masa Revolusi dengan berjualan rokok dan koran.
Karier militer Try dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat pada 1959. Ia terlibat dalam operasi militer sejak 1957, termasuk penumpasan pemberontakan PRRI. Sejak 1974, ia menjabat sebagai ajudan Presiden Soeharto dan menjalani berbagai posisi strategis hingga akhirnya menjadi Panglima ABRI. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah operasi keamanan nasional, termasuk penanganan konflik di Aceh dan Timor Timur, berlangsung.
Usai lengsernya Soeharto pada 1998, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai forum politik dan kebangsaan, dan menjabat sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI hingga 2003. Ia juga terlibat dalam Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu pada 2005, berkolaborasi dengan tokoh-tokoh nasional. Dengan karier yang mengesankan, Try Sutrisno akan dikenang sebagai figur berpengaruh yang bertransformasi dari militer menjadi aktor politik di Indonesia.