Jackiecilley.com – Anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menekankan pentingnya pondok pesantren sebagai aset bangsa yang memiliki peran vital dalam pendidikan karakter dan moral masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terjadinya kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Neng Eem menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak merepresentasikan nilai-nilai yang dijunjung oleh pesantren.
Kementerian Agama (Kemenag) RI telah merespons secara cepat terhadap insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah tegas. Menurut Neng Eem, kehadiran negara dalam melindungi hak-hak santri merupakan tindakan yang sangat diperlukan dan harus menjadi prioritas utama dalam pendidikan. Kemenag telah memindahkan 252 santri ke beberapa lembaga pendidikan terdekat dan mencabut izin operasional Pondok Pesantren Ndolo Kusumo.
Dalam upaya mencegah terulangnya kasus serupa, Neng Eem yang juga Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik PP Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menyarankan tiga langkah strategis. Pertama, penguatan sistem pengawasan pada lembaga pendidikan berbasis agama. Kedua, memastikan proses hukum yang transparan serta pendampingan psikologis bagi korban. Ketiga, perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola pesantren.
Neng Eem berharap agar seluruh elemen pendidikan keagamaan, termasuk pesantren, meningkatkan kesadaran terhadap potensi kekerasan seksual. Dengan demikian, langkah preventif dapat diambil agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.