Jackiecilley.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, yang kini dikenal sebagai InJourney Tourism Development Corporation, mengolah sekitar 22,9 ton sampah organik setiap harinya untuk dijadikan kompos di area Lagoon Nusa Dua, Bali. Proses ini melibatkan pemanfaatan daun dan ranting dari taman yang diolah secara efisien sebagai pupuk untuk pemeliharaan taman setempat.
Direktur Utama ITDC, Nusantara Utilitas Anak Agung Istri Ratna Dewi, menerangkan bahwa total produksi sampah di kawasan wisata seluas 350 hektare mencapai 32,3 ton per hari, di mana 70 persen dari jumlah tersebut merupakan sampah organik. Sisanya, sekitar 4,1 ton, terdiri dari sampah anorganik dan berasal dari berbagai fasilitas di kawasan tersebut.
Sampah anorganik yang dihasilkan dilakukan pengumpulan dan sortir di lokasi yang ditentukan, lalu dikelola lebih lanjut melalui Tempat Pengolahan Sampah berbasis pengurangan timbulan sampah yang terintegrasi dengan proses daur ulang. Selain itu, pengolahan mandiri juga diterapkan oleh beberapa hotel yang memanfaatkan teknologi magot untuk mengelola sisa makanan.
Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa hampir 1.945 kilogram sampah laut dan 1.850 kilogram sampah lainnya diproses setiap harinya. Hanya 3,8 persen dari total produksi sampah yang berupa residu perlu dibawa ke tempat pengolahan akhir, menandakan upaya signifikan dalam pengelolaan limbah.
Dalam konteks ini, ITDC berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan limbah dan mempromosikan praktik ramah lingkungan, memastikan bahwa sekitar 95 persen dari total produksi sampah dapat diproses dan dimanfaatkan kembali.