Pemerintah Dianggap Tidak Paham Matematika Ekonomi Politik

[original_title]

Jackiecilley.com – Kebijakan fiskal pemerintah pusat Indonesia dinilai tidak mempertimbangkan dasar-dasar matematika ekonomi, yang dapat mengancam stabilitas perekonomian. Pengamat sosial Mira H. Tohir menyampaikan pendapatnya tersebut di Bandung pada Jumat (27/3), menekankan bahwa keruntuhan bangsa sering kali berakar dari ketidakmampuan dalam mengelola anggaran, bukan hanya berasal dari faktor eksternal.

Mira menjelaskan bahwa negara tidak tiba-tiba bangkrut, melainkan melalui akumulasi defisit yang menganga akibat keputusan politik yang populis tanpa analisis yang mendalam. Dia mengingatkan pentingnya memahami bahwa defisit anggaran yang terus menerus dapat memperburuk utang negara, yang berujung pada menyempitnya ruang fiskal dan menjadikan anggaran hanya sebagai alat pembayaran bunga.

Dalam analisisnya, Mira menyatakan bahwa rasio utang Indonesia saat ini berada di angka 41% terhadap PDB, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5%. Namun, ia memperingatkan, jika program-program populis yang menambah pengeluaran dilanjutkan tanpa peningkatan pendapatan, rasio utang dapat melonjak menjadi 48% dalam lima tahun. Contoh konkret yang diangkat adalah program makan bergizi gratis yang diperkirakan menghabiskan hingga 1,5% dari PDB setiap tahun.

Mira juga mengkritik fenomena “echo chamber” di kalangan pemimpin, di mana informasi yang diterima cenderung memperkuat keyakinan mereka tanpa melibatkan masukan dari para ahli. Dia mengisahkan kehancuran ekonomi Venezuela dan Zimbabwe sebagai contoh bagaimana kesalahan kebijakan dapat menghancurkan negara kaya sumber daya.

Pada akhirnya, masyarakat akan menanggung akibat dari kebijakan yang tidak tepat melalui inflasi yang tinggi dan pajak yang meningkat. Mira menegaskan bahwa pemimpin harus memahami matematika ekonomi untuk mencegah Indonesia jatuh ke dalam perangkap yang sama hanya demi mendapatkan dukungan temporer dari publik.

Baca Juga  GWM: Mobil China Kuat dari Luar, Tapi Lemah di Dalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *