Jackiecilley.com – Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) menilai bahwa percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia adalah langkah strategis dalam memperkuat fondasi pasar yang lebih likuid dan transparan. PAEI menyatakan dukungan penuh terhadap delapan rencana aksi reformasi yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Danantara Indonesia.
Ketua Umum PAEI, David Sutyanto, mengungkapkan pentingnya reformasi ini untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia. Menurutnya, dengan kebijakan yang tepat, kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, akan meningkat. “Integritas informasi dan tata kelola yang baik adalah syarat utama untuk membangun kepercayaan pasar,” katanya dari Jakarta, Minggu.
Delapan agenda utama reformasi tersebut mencakup peningkatan batas minimum free float, penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), dan peningkatan granularitas data kepemilikan saham. Selain itu, demutualisasi bursa dan penegakan sanksi yang tegas juga menjadi bagian dari rencana ini. Standardisasi tata kelola emiten serta kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan juga akan ditingkatkan.
PAEI meyakini bahwa peningkatan free float dan transparansi kepemilikan dapat memperdalam likuiditas pasar dan mengurangi informasi asimetris, sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Namun, mereka mengingatkan bahwa implementasi kebijakan harus dilakukan secara bertahap dan proporsional, sambil menjaga keseimbangan antara perlindungan investor dan kelancaran perdagangan.
Komitmen PAEI untuk menjadi mitra strategis regulator dan industri tercermin melalui masukan berbasis riset yang diharapkan dapat memastikan reformasi berjalan efektif, serta menciptakan pasar modal yang adil dan berkelanjutan.