OJK Targetkan Pertumbuhan Kredit Lebih dari 10% di 2026

[original_title]

Jackiecilley.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan pertumbuhan kredit industri perbankan dapat melampaui 10 persen pada akhir tahun 2026. Harapan ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Selasa. Menurut Dian, pertumbuhan ini didukung oleh likuiditas yang kuat dan suku bunga yang diperkirakan tetap terjaga.

Dian menekankan bahwa kondisi likuiditas perbankan saat ini baik, terutama setelah pemerintah memutuskan untuk mempertahankan dana saldo anggaran lebih (SAL) di bank-bank. Ia menyatakan bahwa likuiditas perbankan saat ini jauh di atas standar yang ditetapkan, sehingga risiko likuiditas dianggap sangat rendah.

Pertumbuhan kredit menunjukkan tren positif, dan OJK memperkirakan suku bunga kredit akan tetap terkendali, meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan. Dian menjelaskan bahwa penyesuaian terhadap suku bunga kredit tidak akan langsung terjadi, melainkan memerlukan waktu agar tidak membebani debitur.

Pada Mei 2026, kredit perbankan tercatat tumbuh 11,51 persen secara tahunan menjadi Rp8.918 triliun, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,49 persen, mencapai Rp10.294 triliun. Dian menambahkan bahwa OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit tahunan berkisar antara 10 hingga 12 persen, dengan DPK diperkirakan tumbuh antara 7 hingga 9 persen.

Likuiditas industri perbankan pada Mei tetap memadai, dengan rasio alat likuid dan dana pihak ketiga masing-masing di atas ambang batas yang ditetapkan. Dengan berbagai indikator yang menunjukkan kesehatan sektor finansial, OJK optimis tentang prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

Baca Juga  Jadwal dan Rundown Penutupan Olimpiade Musim Dingin 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *