Jackiecilley.com – Perang antara Houthi dan Arab Saudi diperkirakan dapat pecah kapan saja setelah serangan udara Saudi di Bandara Internasional Sana’a, Yaman. Gerakan Houthi, yang saat ini menguasai ibu kota Yaman, mengutuk serangan tersebut sebagai akhir dari gencatan senjata yang telah berlangsung, menandakan dimulainya fase baru dalam konflik.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan ini akan mendorong Yaman menuju tahap baru untuk merebut kembali hak-haknya. Mereka memperingatkan bahwa Arab Saudi akan menghadapi kebuntuan strategis yang signifikan dan harus memikul dampak dari agresi tersebut. Dalam konteks ini, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang dikuasai Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menegaskan bahwa aksi militer Saudi tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi.
Kementerian Transportasi Yaman turut mengeluarkan pernyataan menyatakan bahwa serangan terhadap bandara adalah tanda tekanan dari rezim Riyadh, yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel, untuk melanjutkan pengepungan terhadap Yaman. Mereka menyebutkan bahwa pelanggaran wilayah udara oleh Arab Saudi adalah bagian dari agenda agresi terus-menerus terhadap Yaman.
Dengan situasi yang semakin memanas, banyak pihak khawatir jika ketegangan ini dapat mengarah pada peningkatan skala perang di wilayah tersebut. Dalam konteks lebih luas, konflik ini telah melibatkan berbagai kekuatan internasional dan memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman. Kejadian ini menegaskan perlunya upaya diplomatik untuk mencegah terulangnya kekerasan yang berkepanjangan dan menegaskan komitmen kepada perlindungan hak asasi manusia di kawasan yang terpengaruh.