Jackiecilley.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengajak duta besar serta korps diplomatik untuk menunjukkan solidaritas dengan melakukan donasi bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ajakan tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, saat menghadiri acara “Walk for Palestine” di Jakarta pada Minggu.
Dalam pernyataannya, Arrmanatha menekankan bahwa diplomat Indonesia yang bertugas di luar negeri juga aktif menggalang dana untuk mendukung masyarakat yang terkena bencana di Sumatra. Pihak kementerian memanfaatkan momentum acara jalan santai tersebut untuk membuka peluang sumbangan melalui kotak yang bertuliskan “Diplomat Peduli untuk Aceh, Sumut, Sumbar” serta donasi nontunai menggunakan sistem pembayaran digital QRIS.
Sebelum melepas peserta jalan santai, Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, memberikan contohnya dengan melakukan donasi melalui QRIS, langkah yang diikuti oleh beberapa duta besar dan staf kementerian yang ingin berkontribusi bagi korban bencana. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kepedulian para diplomat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Sejak Selasa (25/11), berbagai daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah dilanda banjir dan longsor, menimbulkan ratusan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, pada Sabtu (29/11), terdapat 303 korban jiwa, dengan 279 orang masih hilang.
Operasi penyelamatan yang melibatkan 11 helikopter dan enam kapal perang dari TNI serta Basarnas sedang berlangsung untuk mengangkut bantuan ke lokasi yang terdampak. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pascabisnis.