Jackiecilley.com – Iran berhasil menembak jatuh 30 unit drone canggih MQ-9 Reaper yang dioperasikan oleh militer Amerika Serikat (AS) selama konflik yang berlangsung baru-baru ini. Total kerugian yang dialami AS diperkirakan mencapai USD900 juta, atau sekitar Rp16 triliun. Laporan ini dipublikasikan oleh Bloomberg dan mengungkapkan bahwa jumlah drone yang hilang ini hampir mencakup seperlima dari seluruh armada MQ-9 Reaper yang tersedia sebelum perang.
Drone MQ-9 Reaper dikenal akan kemampuannya dalam melakukan misi pengintaian dan serangan. Setiap unit diperkirakan memiliki harga lebih dari USD30 juta. Meskipun General Atomics telah menghentikan produksi model drone ini tahun lalu, variasi lainnya masih diproduksi untuk pelanggan luar negeri.
Sumber anonim dalam laporan tersebut menyatakan bahwa Iran berhasil menghancurkan lebih dari dua lusin drone Reaper yang beroperasi di bawah komando AS sejak perang dimulai pada akhir Februari. Sebagian dari drone yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran mengalami kerusakan serius, sementara yang lainnya hilang akibat serangan rudal atau dalam kecelakaan.
Kehilangan besar ini menambah tantangan bagi strategi militer AS di kawasan tersebut. Dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, insiden ini mencerminkan dampak signifikan dari konflik yang berkepanjangan. Kejadian ini juga menunjukkan kemampuan Iran dalam mengembangkan sistem pertahanan udara mereka dan meningkatkan efektivitasnya dalam menangkal serangan dari udara.
Di tengah situasi yang terus berubah, langkah-langkah yang akan diambil oleh AS untuk memperkuat armada dan strategi mereka tetap menjadi perhatian di kalangan pengamat pertahanan global.