Jackiecilley.com – Dalam perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital, generasi muda di Indonesia, terutama generasi Z, dianggap sebagai motor utama. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, saat memberikan kuliah umum di Seoul National University (SNU). Ia menyatakan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga perancang masa depan itu sendiri.
Edhie Baskoro, akrab disapa Ibas, mengungkapkan bahwa kreativitas dan inovasi anak muda Indonesia menjadi kekuatan global baru. Dengan dukungan teknologi digital, mereka tidak hanya berperan dalam membangkitkan perekonomian, tetapi juga dalam memperkenalkan budaya lokal hingga ke kancah internasional. Ia memberikan contoh keberhasilan Korea Selatan dalam memanfaatkan budaya sebagai soft power global, melalui fenomena seperti Squid Game dan film Parasite.
Ibas melihat potensi serupa di Indonesia, berkat kekayaan budaya dan semangat generasi mudanya. Ia menyambut positif adanya kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian digital dan pemanfaatan budaya lokal. Ibas menekankan bahwa kedua negara memiliki kelebihan yang saling melengkapi; Korea Selatan unggul dalam inovasi teknologi dan transformasi digital, sementara Indonesia memiliki bonus demografi dengan pasar digital yang berkembang pesat.
Menurut Ibas, kolaborasi ini lebih dari sekadar kemitraan; ini adalah tentang membangun masa depan bersama. Dengan adanya kerja sama ini, ia yakin bahwa Indonesia akan mampu memanfaatkan ekonomi digital untuk mengembangkan industri kreatif di tingkat global, menjadikan negara ini semakin berdaya saing.