Jackiecilley.com – Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan food estate di Kalimantan Tengah. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa penerapan manajemen risiko lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan keberhasilan proyek ini. Dalam penyampaiannya di Jakarta pada Sabtu, Hanif menekankan perlunya pembenahan agar proyek-proyek sebelumnya dapat mencapai hasil optimal.
Proyek Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) yang dilaksanakan di Kalimantan Tengah ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur. Pemerintah akan fokus pada pengembangan lahan di luar kawasan hutan, yang telah diteliti oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak 2020.
Hanif menjelaskan bahwa pengembangan food estate tidak hanya terpusat di Papua Selatan, tetapi juga akan melibatkan empat provinsi, termasuk Kalimantan Tengah. Hal ini sejalan dengan cita-cita Presiden untuk membangun ketahanan pangan, yang dinilai krusial dalam situasi saat ini. Sejak 1995, proyek ini telah dicoba beberapa kali, namun belum mencapai hasil yang memuaskan.
Dalam konteks ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas utama. Setiap daerah direncanakan untuk menghasilkan komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan setempat, termasuk padi dan singkong di Kalimantan Tengah, serta kentang dan bawang di Sumatra Utara.
Dengan pendekatan yang lebih terencana dan terkoordinasi, pemerintah berharap dapat mencapai target swasembada pangan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.