Jackiecilley.com – Penyitaan kapal oleh Amerika Serikat menimbulkan spekulasi terkait kemungkinan invasi militer jilid II ke Iran. Zohreh Kharazmi, seorang profesor di Universitas Teheran, mengungkapkan bahwa pejabat Iran meragukan keseriusan AS dalam perundingan yang diusulkan, melihatnya sebagai penanda potensi serangan baru. Menurutnya, kejadian ini mengindikasikan bahwa AS mungkin tengah mempersiapkan operasi militer terhadap Iran sambil menyamarkan niat tersebut dengan negosiasi.
Kharazmi menambahkan, informasi dari sumber-sumber Rusia menunjukkan bahwa AS sedang mengumpulkan pasukan dan amunisi di Timur Tengah. Beberapa kapal perang, termasuk kapal induk Abraham Lincoln, telah dikerahkan ke perairan dekat Iran. Hal ini, menurut Kharazmi, semakin menguatkan anggapan bahwa fase baru serangan militer semakin nyata dan mungkin terjadi.
Di sisi lain, Donald Rothwell, profesor di Universitas Nasional Australia, mengarahkan perhatian pada lokasi penyitaan kapal bernama Touska oleh pasukan AS. Ia menjelaskan bahwa lokasi kejadian di Teluk Oman, jauh dari Selat Hormuz, dapat memengaruhi legitimasi operasi tersebut. Rothwell menambahkan bahwa terdapat laporan yang menyebutkan kapal tersebut berniat menuju pelabuhan Iran.
Khawatir terhadap kemungkinan eskalasi konflik, langkah-langkah AS dinilai sebagai provokasi yang dapat memicu reaksi dari Iran. Para analis dan pakar setempat memandang situasi ini dengan cermat, mengingat intensifikasi kegiatan militer di kawasan bisa berpotensi memperburuk ketegangan. Penegakan hukum di wilayah tersebut menjadi sorotan, mengingat ketidakpastian yang melanda hubungan antara Iran dan AS. Waktu akan menentukan apakah ketegangan ini akan berubah menjadi konflik bersenjata yang lebih besar.