Jackiecilley.com – Bank Kalsel sedang dalam proses untuk menjadi bank devisa, dengan potensi nilai transaksi devisa diperkirakan mencapai Rp400 triliun. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan berdasarkan kajian bersama konsultan mengenai potensi perdagangan internasional yang besar di provinsi tersebut.
Agus juga menambahkan bahwa OJK memberikan tenggat waktu tiga hingga enam bulan bagi Bank Kalsel untuk menyelesaikan semua persiapan terkait transisi ini. “Kami memberikan rentang waktu ini agar Bank Kalsel dapat memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan usaha dalam valuta asing,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Sebagai bagian dari persiapan, Bank Kalsel melakukan berbagai langkah penguatan yang bertujuan untuk memenuhi regulasi yang berlaku, serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha terkait valuta asing. Setelah proses ini selesai, bank akan memasarkan produk dan layanan berbasis valuta asing secara bertahap kepada masyarakat.
Dalam konteks regulasi, setiap transaksi ekspor dalam bentuk devisa diharuskan dikelola di dalam negeri sebesar 100 persen dan ditahan selama minimal tiga bulan. Aturan ini dinilai sebagai peluang signifikan bagi Bank Kalsel untuk memperkenalkan produk perbankan yang lebih relevan di pasar.
Bank Kalsel berfokus pada pengembangan layanan dan peningkatan daya saing dalam industri perbankan, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi nasional. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan global di bidang keuangan.