Jackiecilley.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang bersiap untuk misi Artemis II yang akan mengirim manusia kembali ke orbit Bulan, menandakan kembalinya eksplorasi luar angkasa setelah rasio lama lebih dari lima dekade. Misi ini dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir tahun 2026 dan melibatkan empat astronaut terpilih: Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA).
Pesawat ruang angkasa Orion, yang akan diluncurkan menggunakan roket Space Launch System (SLS), dirancang untuk melakukan perjalanan selama sepuluh hari. Berbeda dari pendaratan sebelumnya, tujuan Artemis II adalah menguji sistem pendukung kehidupan dan kemampuan manuver dalam perjalanan yang mengelilingi sisi jauh Bulan. Persiapan teknis di Kennedy Space Center telah mencapai puncaknya, termasuk keterlibatan tim Closeout Crew, yang bertugas memastikan keselamatan astronaut sebelum peluncuran.
Salah satu tantangan utama dalam misi ini adalah menguji sistem komunikasi dan navigasi di ruang angkasa serta melakukan eksperimen untuk memvalidasi kemampuan teknologi Orion dalam melindungi manusia dari radiasi kosmik. Data yang diperoleh selama misi ini akan menjadi acuan untuk perjalanan antarplanet di masa mendatang, termasuk eksplorasi ke Mars.
Artemis II bukan hanya sebuah pencapaian teknologi, tetapi juga lambang kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa, memperkuat komitmen global untuk memperluas kapasitas manusia di tata surya. NASA sedang melalui audit ketat untuk memastikan semua prosedur keamanan sebelum hari peluncuran. Kembalinya manusia ke Bulan diharapkan dapat menginspirasi generasi baru ilmuwan dan insinyur di seluruh dunia, dengan fokus utama pada keselamatan dan keberhasilan operasional selama misi ini.