406 Tahanan Politik Venezuela Dibebaskan Usai Penangkapan Maduro

[original_title]

Jackiecilley.com – Dalam perkembangan terbaru di Venezuela, Presiden Pelaksana Delcy Rodriguez mengumumkan pembebasan 406 tahanan politik yang ditahan sejak Desember 2022. Pengumuman ini diiringi oleh klaim bahwa kebijakan politik Venezuela mengalami pergeseran pasca-penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan AS.

Rodriguez menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers dari Istana Miraflores pada Rabu, 14 Januari. Ia mengonfirmasi bahwa sebanyak 194 tahanan dibebaskan pada bulan Desember, sementara 212 lainnya direncanakan dibebaskan dalam waktu dekat. Namun, laporan mengenai jumlah aktual pembebasan ini masih diperdebatkan. Gonzalo Homiob, Wakil Presiden Foro Penal, menyatakan bahwa hanya 76 orang yang tercatat benar-benar bebas dari penjara setelah deklarasi pembebasan tersebut pada 8 Januari.

Langkah pembebasan ini diambil di tengah tekanan dari pihak Amerika Serikat yang mendesak pemerintah Venezuela untuk merespons kebijakan hak asasi manusia. Terkait hal ini, Rodriguez mengatakan bahwa negara tersebut memasuki “momen politik baru” yang lebih fokus pada dialog dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Di Washington, Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi adanya pembicaraan telepon langsung dengan Rodriguez, di mana ia menilai hubungan kedua negara menuju arah yang lebih baik. Trump mencatat, “Kami melakukan panggilan telepon yang panjang dan membahas banyak hal.”

Pembicaraan ini sekaligus menjawab pertanyaan mengenai keengganan beberapa pejabat Venezuela berkooperasi dengan AS, terutama terkait figur-figur garis keras dalam pemerintahan Maduro. Momen diplomatik yang terjadi saat ini mencerminkan upaya untuk normalisasi hubungan di tengah transisi kekuasaan yang rumit di Venezuela.

Baca Juga  Pemkab Aceh Barat Luncurkan Bimbel Gratis untuk Siswa SMA/SMK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *