Jackiecilley.com – Wabah superflu, istilah baru yang kini populer di kalangan masyarakat, merujuk pada varian virus influenza A, yaitu subklade K dari H3N2. Varian ini dilaporkan memiliki gejala yang lebih berat dan menyebar lebih cepat dibandingkan flu biasa. Menyikapi hal ini, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan bahwa superflu sulit dikenali dan dapat mengalahkan kekebalan yang ada akibat influenza sebelumnya.
Dalam Media Briefing yang diadakan baru-baru ini, Dr. Piprim menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam menghadapi penyakit menular, terutama saat memasuki musim hujan dan banjir. PHBS, termasuk mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan, diharapkan dapat membantu menekan penyebaran virus ini. Superflu diperkirakan dapat berbahaya bagi anak-anak dengan komorbid, seperti asma dan penyakit jantung.
Dr. Piprim juga menekankan pentingnya vaksinasi influenza untuk anak-anak di atas usia enam bulan dan memberi saran agar ibu hamil mendapatkan imunisasi untuk melindungi bayi. Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Nastiti Kaswandani, menambahkan bahwa influenza memang termasuk penyakit musiman dan tidak selalu terdeteksi secara klinis. Penggunaan istilah flu juga sering kali tidak tepat, karena sebenarnya flu harus spesifik merujuk kepada penyebabnya, yaitu virus influenza.
Ia menjelaskan bahwa superflu sebagai varian tipe A sangat menular dan memiliki potensi menjadi penyebab penyakit massal. Peningkatan kasus flu, termasuk superflu, di luar negeri sering terjadi pada musim dingin, sementara di Indonesia, kasus influenza dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun. Untuk itu, imunisasi influenza dianggap sebagai langkah pencegahan yang efektif, dan masyarakat diajak untuk tetap tenang sambil menerapkan PHBS dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.