Sekjen PBB: Keuangan Organisasi Saat Ini Tidak Berkelanjutan

[original_title]

Jackiecilley.com – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius mengenai krisis keuangan yang dialami oleh organisasi tersebut akibat keterlambatan pembayaran kontribusi oleh negara-negara anggota. Dalam sebuah surat yang disebarluaskan, Guterres menegaskan bahwa situasi saat ini sangat berbeda dan tidak dapat dipertahankan. Ia menyebutkan bahwa dua pilihan kritis telah muncul, di mana negara-negara anggota harus mempertimbangkan perombakan aturan keuangan PBB untuk menghindari keruntuhan keuangan.

Guterres menjelaskan bahwa manajemen likuiditas PBB kini tidak lagi layak dan semakin parah, mengancam berbagai program yang dijalankan. Dia menyoroti bahwa pada akhir tahun 2025, tunggakan PBB akan mencapai rekor 1,568 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tanpa peningkatan signifikan dalam dana, PBB tidak akan mampu melaksanakan anggaran program tahun 2026 secara penuh. Selain itu, PBB juga harus memangkas operasi penjaga perdamaian sebesar 15 persen untuk tahun mendatang.

Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menekankan krisis likuiditas yang dihadapi PBB, mengingat iuran yang belum dibayarkan mencapai 1,56 miliar dolar AS. Ia memperingatkan bahwa PBB berada di ambang bahaya kehabisan dana, tanpa cadangan kas yang memadai untuk menjalankan fungsinya.

Guterres menyimpulkan bahwa diperlukan upaya bersama dari semua negara anggota untuk menghormati kewajiban pembayaran mereka. Jika tidak, peraturan keuangan PBB perlu dirombak secara fundamental untuk mencegah keruntuhan yang akan segera terjadi.

Baca Juga  Sri Mulyani Serahkan Jabatan Menteri Keuangan ke Purbaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *