KKP Tingkatkan Implementasi NEK di Sektor Kelautan dan Perikanan

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mendorong implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di sektor kelautan dan perikanan untuk mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan. Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan langkah ini dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, yang berlangsung pada Selasa.

Dalam pengembangan NEK, KKP telah menetapkan tiga pilar utama. Pilar pertama adalah regulasi; saat ini, KKP tengah menyusun regulasi teknis sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025. Pilar kedua fokus pada penguatan data dan informasi, termasuk pendataan ekosistem karbon biru dan perhitungan potensi serapan CO2.

Trenggono juga menekankan pentingnya pilot project restorasi karbon biru dan program pengurangan emisi di sektor perikanan. KKP mengidentifikasi total luas potensi karbon biru dari mangrove mencapai 997.733 hektare, diperkirakan mampu menyerap sekitar 6,3 juta ton CO2 ekuivalen per tahun. Selain itu, ekosistem lamun memiliki luas hingga 860.156 hektare dengan potensi serapan mencapai 3,7 juta ton CO2 ekuivalen per tahun. Secara keseluruhan, kedua ekosistem ini diharapkan mampu menyerap sekitar 10 juta ton CO2 ekuivalen.

Menteri Trenggono menekankan integrasi dalam pemanfaatan ruang laut, sistem registrasi karbon, dan pengawasan dalam perdagangan karbon biru. Ia menambahkan bahwa setiap aktivitas mitigasi karbon harus disertai persetujuan mengenai pemanfaatan ruang laut yang sah.

Dengan semua prosedur yang sedang disusun, KKP berharap NEK dapat memberikan kontribusi signifikan bagi negara dan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Baca Juga  Dzikir Mustajab Setelah Sholat Tahajud: Arab, Latin, dan Artinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *