Jackiecilley.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026, yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Imbauan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyusul lonjakan kendaraan yang terjadi pada puncak arus mudik 18 Maret lalu, di mana lebih dari 270 ribu kendaraan keluar dari empat gerbang tol utama.
Sebagian besar kendaraan tersebut, sekitar 50%, menuju Tol Trans Jawa. Dalam pernyataannya, Aan menyarankan pemudik untuk memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel (work from anywhere) agar dapat mengatur waktu kepulangan sebelum atau setelah tanggal tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Selain itu, Kemenhub juga memberikan perhatian khusus kepada angkutan logistik. Aan mengingatkan pemilik barang, kendaraan, dan pengemudi untuk mematuhi aturan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan angkutan barang selama masa Lebaran. Aturan ini mencakup sumbu tiga ke atas, mobil barang dengan kereta tempelan dan yang mengangkut bahan bangunan, yang berlaku hingga 29 Maret 2026.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan arus balik dapat terurai dengan baik, mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi menyebabkan kemacetan di jalan. Kemenhub menilai penting bagi masyarakat untuk memperhatikan imbauan ini demi terciptanya lalu lintas yang aman dan lancar selama periode libur Lebaran.