Jackiecilley.com – Hendra Basir, pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia nonaktif, membantah tuduhan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialamatkan kepadanya oleh delapan atlet. Dalam klarifikasinya yang disampaikan Selasa malam, Hendra menegaskan bahwa ia belum diundang untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai isu serius ini sebelum penonaktifannya.
Sejak mulai melatih pada 2012, Hendra mengakui bahwa metode latihannya yang keras bertujuan untuk membentuk mental dan fisik atlet. Ia mengatakan, meskipun memiliki reputasi yang galak di lapangan, semua itu didasarkan pada prinsip agar atlet dapat bersaing di tingkat tinggi, bukan untuk menyakiti. Mengenai tuduhan pelecehan seksual, Hendra menegaskan ia tidak pernah melakukan tindakan tidak senonoh terhadap atlet putri, meskipun ia mengakui pernah memeluk dan mencium kening atlet sebagai bentuk dukungan di momen-momen tertentu.
Delapan atlet yang melapor mencakup lima atlet putra dan tiga atlet putri, dengan laporan resmi disampaikan kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid, pada 28 Januari 2026. Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyatakan bahwa federasi telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki dugaan tersebut, yang menyebabkan penonaktifan Hendra sementara hingga hasil penyelidikan keluar.
Hendra mengklaim bahwa tindakan yang dianggap sebagai pelecehan oleh satu atlet putri bahkan sudah mendapatkan permohonan maaf dari atlet yang bersangkutan. Ini menandakan bahwa kontroversi yang muncul bisa jadi merupakan hasil kesalahpahaman. Penonaktifan ini menjadi perhatian publik, terutama menjelang persiapan Olimpiade Paris 2024, di mana tim panjat tebing diharapkan meraih prestasi.