Jackiecilley.com – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam lebih dari USD2 per barel, mencapai level terendah dalam dua pekan, pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Penurunan ini disebabkan oleh adanya optimisme pasar setelah dimulainya kembali negosiasi antara Iran dan Oman untuk membuka akses di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran penting.
Minyak mentah berjangka Brent tercatat turun USD2,25 atau 2,54%, menjadi USD86,33 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot USD2,21 atau 2,68%, mencapai USD80,15 per barel. Ini merupakan titik terendah untuk keduanya sejak 10 hingga 13 Agustus.
Dialog antara Teheran dan Muscat menjadi sentimen positif yang mengurangi kekhawatiran tentang gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Kedua negara mengkonfirmasi adanya kesepakatan mengenai rute pelayaran sementara dan pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz.
Di sisi lain, data dari shiptracker Kpler menunjukkan hanya lima kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 25 Agustus, jauh di bawah rata-rata harian dalam sepuluh hari terakhir yang mencapai 15 kapal. Menteri Dalam Negeri Pakistan juga mengungkapkan adanya kemajuan dalam dialog dengan Iran untuk mencari solusi damai dari konflik yang berkepanjangan.
Faktor lain yang turut menekan harga minyak adalah meningkatnya stok minyak mentah AS. Laporan dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik 4,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 Agustus, jauh melebihi proyeksi analis yang memperkirakan kenaikan hanya sekitar 600.000 barel. Penurunan harga minyak ini menunjukkan dampak dari kombinasi faktor diplomasi dan keadaan pasokan yang mempengaruhi pasar global.