FIFA Revisi Aturan Bahasa di Konferensi Pers Setelah Kasus Hakimi dan Vinicius Jr

[original_title]

Jackiecilley.com – FIFA telah memutuskan untuk mengubah aturan mengenai penerjemahan dalam konferensi pers Piala Dunia 2026, menyusul dua insiden terkait penggunaan bahasa yang melibatkan pemain Achraf Hakimi dari Maroko dan Vinicius Jr. dari Brasil. Perubahan ini diumumkan setelah adanya kejadian yang menimbulkan kontroversi di mana jurnalis Meksiko, Rodrigo Ornelas dari TV Azteca, dihalangi untuk mengajukan pertanyaan dalam bahasa Spanyol kepada Hakimi sebelum laga Grup C antara Maroko dan Brasil.

Pertandingan yang berlangsung di New Jersey Stadium tersebut berakhir imbang 1-1. Meskipun Hakimi berbohong telah menjelaskan bahwa ia fasih berbahasa Spanyol dan bersedia menjawab pertanyaan dalam bahasa tersebut, ofisial FIFA tetap memintanya untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Hal ini menimbulkan kritik di kalangan media dan pendukung.

Selain itu, insiden serupa juga terjadi dengan Vinicius Jr., ketika seorang jurnalis Venezuela meminta izin untuk berbicara dalam bahasa Spanyol. Vinicius menegaskan identitas nasionalnya dengan menyatakan, “Saya bersama Brasil, saya akan berbicara dalam bahasa Portugis.”

Setelah kejadian ini, FIFA mengumumkan bahwa bahasa Spanyol akan ditambahkan sebagai bahasa keempat dalam sesi konferensi pers, untuk mencegah masalah serupa di masa mendatang. Kebijakan baru ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik bagi para jurnalis dan meningkatkan komunikasi dalam acara-acara internasional. Keputusan ini menunjukkan upaya FIFA untuk memahami keragaman bahasa dan budaya yang ada di ajang sepak bola dunia.

Baca Juga  Los Franjirrojos Kejutkan Levante dengan Kemenangan Telak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *