Jackiecilley.com – Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, pada Rabu (29/7), mengecam peningkatan kekerasan di Tepi Barat Palestina dan mendesak semua pihak untuk melakukan “pengendalian diri maksimum.” Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Rangel mengungkapkan “keprihatinan mendalam” terhadap memburuknya situasi, menyoroti bahwa tindakan kekerasan oleh pemukim serta perluasan permukiman adalah pelanggaran hukum internasional yang semakin merusak potensi perdamaian di kawasan tersebut.
Pernyataan Portugal muncul bersamaan dengan peringatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh pemukim dan upaya aneksasi wilayah Tepi Barat oleh Israel “semakin memburuk.” Hal ini mencolok, mengingat Mahkamah Internasional telah menyatakan bahwa pendudukan tersebut ilegal dua tahun lalu.
Pada hari yang sama, pasukan Israel melaksanakan operasi malam di beberapa desa seperti Burin, Madama, dan Tell di Kegubernuran Nablus, yang mengakibatkan penahanan terhadap 12 warga Palestina. Situasi di Nablus semakin melawan pada masa lalu, yang telah menyebabkan empat warga Palestina dan dua warga Israel kehilangan nyawa, mendorong militer Israel untuk memperkuat kehadiran angkatan bersenjatanya di wilayah tersebut dan mengambil alih empat kamp pengungsi.
PBB juga menyatakan keprihatinan atas rencana Israel untuk memperluas permukiman dan mendirikan pos-pos tidak resmi di Tepi Barat. Pembatasan yang diberlakukan terhadap kebebasan bergerak warga Palestina dipandang sebagai hambatan bagi akses mereka terhadap berbagai layanan penting. Portugal menegaskan kembali dukungan terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.