Jackiecilley.com – Perum Bulog, melalui Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan penetapan margin fee sebesar 7 persen oleh pemerintah sebagai instrumen untuk memperkuat layanan publik di bidang distribusi beras nasional. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta pada 12 Januari.
Rizal menekankan bahwa margin fee ini bukanlah sekadar keuntungan, melainkan langkah strategis untuk memastikan distribusi beras yang adil dan menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, penetapan ini merupakan respons atas beban penugasan publik yang selama ini dihadapi Bulog, di mana margin sebelumnya hanya Rp50 per kilogram. Dengan tambahan margin, Bulog diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur logistik, revitalisasi aset, dan efisiensi distribusi.
Menteri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi yang mendalam dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Menteri Keuangan dan BPKP. Ia menyatakan, meskipun terdapat usulan margin hingga 10 persen, pemerintah akhirnya sepakat menetapkan 7 persen sebagai ukuran yang cukup untuk mendukung kebijakan beras yang terjangkau di seluruh Indonesia.
Keberlanjutan finansial Bulog menjadi fokus utama dalam skema ini, di mana margin yang ditingkatkan diharapkan dapat membantu Bulog dalam mendukung swasembada pangan dan stabilisasi harga beras. Dengan demikian, penetapan margin fee ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih kuat bagi peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional, serta melindungi petani lokal.