Jackiecilley.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mencatat 41.196 kepala keluarga atau 116.027 jiwa terdampak banjir. Dalam kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Sungai Tabuk pada Minggu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyampaikan informasi tersebut.
Banjir yang melanda wilayah tersebut juga mengakibatkan 22.991 rumah rusak, dengan banyak kelompok rentan termasuk 272 ibu hamil, 455 bayi, dan 2.911 lansia. Infrastuktur juga mengalami dampak signifikan, di mana 141 sekolah, 131 tempat ibadah, serta 3.451 hektare lahan sawah dan kebun terimbas oleh banjir.
Hingga kini, 5.045 jiwa masih mengungsi. Yayan Daryanto menjelaskan situasi semakin membaik, dengan area terdampak mengalami penurunan dari 16 kecamatan menjadi delapan kecamatan. Namun, ia mengingatkan bahwa pengurangan jumlah kecamatan tidak secara otomatis menurunkan jumlah orang yang terdampak.
Kondisi ini dapat bervariasi tergantung lokasi hibah, di mana daerah hulu mungkin mengalami sedikit dampak, sedangkan hilir sangat terpengaruh. BPBD juga akan merencanakan bantuan hunian sementara (huntara) bagi para korban setelah fase tanggap darurat berakhir. Yayan menambahkan, BPBD akan melakukan penilaian dan asesmen di lapangan terkait kerusakan dan kebutuhan warga.
Dengan upaya tanggap darurat yang terus berlangsung, pihak BPBD berharap dapat memberikan bantuan yang tepat bagi masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut.