Jackiecilley.com – Indonesia sedang memperkuat kedaulatan rupiah melalui inisiatif dedolarisasi yang diimplementasikan di enam negara mitra strategis. Langkah ini memungkinkan pelancong Indonesia melakukan transaksi internasional tanpa perlu menukar dolar. Dengan adopsi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara, pelancong dapat menggunakan mata uang lokal secara langsung saat berada di luar negeri.
Setelah krisis energi global, dedolarisasi ini menjadi semakin penting untuk melawan ketidakpastian ekonomi. Peningkatan nilai transaksi menggunakan mata uang lokal telah mencatatkan pertumbuhan dua kali lipat pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pergeseran signifikan dari penggunaan dolar AS ke sistem pembayaran yang lebih efisien.
QRIS ditujukan untuk mendorong inklusi ekonomi dan mempermudah transaksi bagi pelaku usaha serta wisatawan. Sejak diperkenalkan enam tahun lalu, QRIS telah menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital di Indonesia, dengan lebih dari 60 juta pengguna hingga Februari 2026. Pengembangan fitur-fitur baru terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan QRIS di pasar global.
Koordinasi terbaru antara Bank Indonesia dan Bank of Korea memberikan dasar bagi penggunaan QRIS di Korea Selatan, memungkinkan transaksi dilakukan dalam mata uang lokal tanpa biaya konversi tambahan. Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, konektivitas pembayaran ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung UMKM, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperdalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara mitra, serta membantu memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Seiring dengan perkembangan ini, daftar negara pengguna QRIS pun semakin meningkat, menjadikannya alternatif yang menarik bagi para pelancong dan pelaku bisnis.