Jackiecilley.com – Pentagon baru-baru ini mengupdate penilaian ancaman spionase yang dilakukan Israel terhadap pejabat Amerika Serikat, menempatkan kategori ancaman tersebut pada level kritis. Hal ini dikonfirmasi oleh laporan yang diterbitkan NBC News dan berdasarkan informasi dari beberapa pejabat AS. Penilaian ini dihasilkan dari kekhawatiran bahwa Israel melakukan pengawasan terhadap pejabat senior AS untuk mendapatkan insight terkait kebijakan pemerintah, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Badan Intelijen Pertahanan, atau DIA, baru saja merilis penilaian yang mencakup tujuh halaman, menjelaskan kejadian-kejadian spesifik yang meningkatkan kekhawatiran di kalangan otoritas AS. Diantaranya adalah situasi tegang antara Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berkaitan dengan strategi perang melawan Iran dan operasi militer Israel di Lebanon.
Dalam konteks ini, perlunya pemahaman mengenai keputusan yang diambil oleh Trump, baik untuk melanjutkan kampanye militer besar-besaran terhadap Iran atau mengejar penyelesaian diplomatik, tampak menjadi hal yang sangat menarik perhatian intelijen Israel, menurut keterangan dari ahli terkait dan mantan pejabat pemerintah.
Sementara Kedutaan Besar Israel di Washington menegaskan bahwa tuduhan spionase itu sangat tidak benar, Pentagon memilih untuk tidak mengomentari situasi ini. Seorang pejabat Gedung Putih bahkan menyebut laporan tersebut sebagai berita palsu. Menurut Emily Harding, wakil presiden Departemen Pertahanan dan Keamanan di Pusat Studi Strategis dan Internasional, Israel dikenal memiliki pelayanan intelijen yang sangat agresif dan berfokus pada perkembangan yang terjadi di AS.
Isu ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara dua negara yang selama ini dianggap sebagai sekutu erat, namun juga diwarnai dengan kehadiran ketegangan terkait kepentingan strategis masing-masing pihak.