Super Flu Ancam Anak-anak, Ahli Epidemiologi Beri Penjelasan

[original_title]

Jackiecilley.com – Kasus infeksi influenza A subclade K, yang dikenal sebagai “super flu,” telah terdeteksi di Indonesia dengan total 62 kasus yang dilaporkan hingga akhir Desember 2025. Penyebaran virus ini terjadi di delapan provinsi, dengan Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat sebagai daerah yang paling banyak terjangkit. Sebagian besar pasien adalah perempuan dan anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun.

Ahli epidemiologi, Dicky Budiman, menyatakan bahwa anak-anak termasuk dalam kelompok berisiko tinggi terinfeksi super flu akibat sistem imun mereka yang belum matang. Ia menjelaskan bahwa pada musim liburan, banyak anak yang diajak bepergian tanpa kesadaran orang tua akan risiko penularan yang ada. “Mereka cenderung rawan karena imunitas yang masih berkembang,” ungkapnya.

Meskipun adanya kasus baru, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di tanah air masih dalam kendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan dengan varian influenza lainnya. Direktur Penyakit Menular, dr. Prima Yosephine, memberikan penjelasan bahwa tren peningkatan kasus influenza A(H3) juga terlihat secara global, terutama di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan datangnya musim dingin.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025 dan telah meluas ke lebih dari 80 negara. Upaya pengawasan dan pencegahan terus dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat, khususnya anak-anak, terlindungi dari dampak virus ini.

Baca Juga  Perumahan Taman Mangu Tangerang Selatan Masih Direndam Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *