Jackiecilley.com – Kecelakaan pesawat yang melibatkan ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) terjadi di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dalam insiden tersebut, Capt. Andy Dahananto, seorang pilot senior dan Direktur Operasi IAT, ditemukan tewas bersama enam anggota kru lainnya, termasuk copilot Muhammad Farhan Gunawan dan petugas lainnya.
Capt. Andy, yang berusia 57 tahun dan merupakan warga Perumahan PWS di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, dikenal sebagai sosok yang ramah dan peduli terhadap lingkungan masyarakat. Ketua RT 06, Franciscus Nasir, mengenal almarhum sebagai individu yang aktif membantu berbagai masalah sosial di sekitar tempat tinggalnya selama lebih dari tiga dekade. “Beliau selalu berinisiatif membantu masyarakat, dari kebersihan hingga keamanan lingkungan,” ujarnya.
Mendiang memiliki dua anak, salah satunya juga berkarier sebagai pilot. Tetangga setempat, Subandi Musibah, menjelaskan bahwa Capt. Andy adalah orang yang selalu bersikap baik dan peduli. Ia mengingat perbincangan terakhir dengan Capt. Andy, yang mengkhawatirkan kesehatan keluarganya.
Rumah duka Capt. Andy kini ramai dikunjungi keluarga, sahabat, dan pejabat setempat. Pada Senin pagi, istri dan anaknya berangkat ke Sulawesi Selatan untuk melaksanakan identifikasi jenazah setelah penemuan salah satu jasad korban. Insiden ini menjadi sorotan publik dan menambah kekhawatiran tentang keselamatan penerbangan di Indonesia. Keluarga berharap agar proses identifikasi dapat dilakukan dengan segera dan masing-masing korban dapat ditemukan.