Pertamina Tegaskan Peringatan untuk 6 SPBU di Kalbar

[original_title]

Jackiecilley.com – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kalimantan Barat menghadapi tantangan besar. PT Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa enam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut telah menerima peringatan terkait penyaluran BBM bersubsidi sepanjang tahun 2025. Menyikapi hal ini, Sales Branch Manager (SBM) Kalbar I Fuel, Irsan Firdaus Gasani, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur yang ditetapkan pemerintah agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.

Irsan mengungkapkan bahwa wilayah kerjanya meliputi Pontianak dan sekitarnya, di mana terdapat kendala fisik pada SPBU yang membuat antrean menjadi panjang. Ia mengakui bahwa kapasitas terbatas di SPBU menjadi penyebab utama kesulitan dalam melayani permintaan konsumen, terutama untuk jenis BBM subsidi seperti solar dan pertalite.

BBM subsidi ini, yang memiliki kuota terbatas dan harga yang ditetapkan pemerintah, sering kali disalahgunakan. Irsan merinci sistem digitalisasi yang diterapkan, termasuk penggunaan QR Code, bertujuan untuk mencegah pembelian berlebihan oleh kendaraan dalam satu hari. Namun, proses verifikasi yang memakan waktu menyulitkan antrian, terutama untuk mobil berukuran besar.

Sementara itu, Edi Mangun dari Divisi Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga juga menyoroti disparitas harga yang signifikan antara BBM subsidi dan non-subsidi, yang membuka celah bagi penyalahgunaan. Harga solar subsidi tercatat sekitar Rp6.400 per liter, sedangkan non-subsidi mencapai Rp13.900 per liter.

Edi menekankan perlunya pembaruan regulasi, mengingat Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 belum pernah direvisi. Pertamina berharap dengan penguatan regulasi dan sistem digitalisasi, penyaluran BBM subsidi bisa lebih efisien dan adil bagi masyarakat.

Baca Juga  UNRWA Peringatkan Krisis Kelaparan Masih Melanda Gaza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *