Jackiecilley.com – Perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat dianggap jauh dari kata sederhana, sebagaimana diungkapkan oleh Christian Bueger, direktur Safe Seas yang fokus pada keamanan maritim. Bueger menyatakan bahwa meskipun ada kerangka kesepakatan di antara kedua negara, banyak isu penting masih belum terpecahkan. Menurutnya, konflik dapat muncul setiap kali salah satu masalah kunci tidak teratasi.
Prioritas utama saat ini adalah memperlancar pengiriman pupuk dan minyak melalui Selat Hormuz. Bueger mengingatkan bahwa proses ini tidak akan mudah dan memerlukan misi militer multinasional dari Inggris dan Prancis untuk mencapainya. Ia menambahkan bahwa tanpa kerjasama dari Iran dan Oman, solusi jangka panjang untuk masalah transit di selat tersebut akan sulit terwujud. Ia juga mencatat bahwa ada masalah penambangan laut yang berdampak pada keamanan di selat.
Di sisi lain, Saman Rezaei, kepala Serikat Pelaut Niaga Iran, mengungkapkan bahwa sekitar 22.000 pelaut terdampar di Teluk selama hampir empat bulan terakhir. Mereka mengalami cedera dan kondisi yang mengkhawatirkan. Rezaei menekankan pentingnya penyelesaian cepat untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pelaut yang terjebak.
Situasi ini menunjukkan kompleksitas yang dihadapi dalam meraih perdamaian antara kedua negara. Bueger juga mencatat bahwa solusi yang diusulkan dapat melibatkan biaya layanan, meskipun tidak bisa berupa pajak yang jelas ilegal. Dengan berbagai tantangan yang ada, upaya untuk menciptakan stabilitas di kawasan ini membutuhkan waktu dan kerjasama yang luas.