Pemulihan Sektor Pertanian Sumatera Pasca Banjir Besar

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil menyusul banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025, yang berdampak signifikan terhadap pertanian di daerah tersebut.

Kementan mengungkapkan bahwa pencairan dana ini bertujuan untuk memulihkan kondisi tanah dan infrastruktur pertanian yang rusak. Banjir yang melanda menyebabkan kerusakan luas pada lahan pertanian, yang mengakibatkan kerugian bagi para petani lokal. Dalam upaya mendukung petani, kementerian berencana untuk memberikan layanan konsultasi, bibit unggul, serta pelatihan tentang teknik pertanian yang efektif untuk mempercepat proses rehabilitasi.

Proyek pemulihan ini juga melibatkan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintah, guna memastikan penggunaan dana yang efisien dan tepat sasaran. Kementan berharap, dengan adanya dukungan finansial dan teknis ini, para petani dapat segera kembali berproduksi dan bangkit dari kerugian yang dialami.

Wakil Menteri Pertanian menyatakan bahwa pemulihan pertanian di kawasan terdampak merupakan prioritas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dengan langkah ini, diharapkan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat kembali pulih dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Dengan adanya program pemulihan yang terencana dan terarah, Kementan optimis bahwa sektor pertanian di wilayah ini akan dapat bangkit dan beradaptasi dengan lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Baca Juga  SIG Jadi Pelopor Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon di Asia Tenggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *