Jackiecilley.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginformasikan bahwa penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal Indonesia mencapai Rp186,03 triliun hingga September 2026. Hal ini dipaparkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan di Jakarta.
Hasan mengemukakan bahwa meskipun terjadi dinamika di pasar keuangan global, penghimpunan dana domestik tetap stabil dan robust. Saat ini, terdapat 29 rencana penawaran umum yang sedang dalam antrean dengan total nilai indikatif mencapai Rp26,47 triliun. OJK menargetkan total penghimpunan dana pasar modal dapat mencapai Rp250 triliun pada akhir tahun ini.
Namun, Hasan juga menyoroti bahwa realisasi target ini akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi pasar, minat investor, dan keputusan emiten terkait waktu penerbitan serta biaya pendanaan. OJK berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ini dan mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan yang andal, dengan mengutamakan transparansi informasi dan perlindungan investor.
Selain itu, dana yang dihimpun melalui Securities Crowd Funding (SCF) juga menunjukkan tren positif, dengan total mencapai Rp2,06 triliun hingga September 2026. Jumlah investor di pasar modal Indonesia turut bertumbuh, dengan penambahan 1,03 juta investor, yang merefleksikan pertumbuhan sebesar 57,96 persen sejak awal tahun, menjadi 32,17 juta investor.
Walaupun mengalami tekanan, dengan catatan penjualan bersih dari investor asing mencapai Rp10,24 triliun pada bulan lalu, OJK optimistis bahwa kualitas dan ketahanan pasar modal tetap terjaga di tengah volatilitas yang meningkat akibat kondisi global.