Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Trump Sebagai Pemerasan

[original_title]

Jackiecilley.com – Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, menanggapi ancaman Presiden AS, Donald Trump, mengenai rencana penerapan tarif pada beberapa negara Eropa, khususnya terkait Greenland. Van Weel menganggap tindakan Trump sebagai bentuk pemerasan yang berdampak negatif terhadap hubungan aliansi antar negara. Ia menyampaikan pendapatnya tersebut dalam sebuah wawancara di stasiun televisi NPO 1 pada hari Minggu.

Ancaman tarif tersebut, yang rencananya akan dimulai dengan 10 persen dan meningkat menjadi 25 persen, mencakup negara-negara seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, dan Belanda. Van Weel mengekspresikan keterkejutannya atas eskalasi ketegangan yang terjadi setelah pertemuan antara pihak AS, Denmark, dan Greenland pada 14 Januari. Dalam konteks ini, Denmark telah mengajak negara-negara Eropa lainnya untuk menunjukkan komitmen terhadap isu keamanan di Greenland, namun justru mendapat reaksi yang merugikan.

Di sisi lain, Jesse Klaver, pemimpin aliansi Partai Hijau-Kiri-Buruh Belanda di parlemen, menyerukan untuk adanya respons cepat dan tegas dari Eropa terhadap ancaman tersebut. Klaver menekankan pentingnya menetapkan batasan dalam hubungan internasional, alih-alih mengikuti tekanan dari AS.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Belanda, Ruben Brekelmans, mengumumkan rencana pengiriman dua perwira untuk misi pengintaian di Greenland sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah tersebut. Greenland sendiri merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dan telah memiliki status otonomi sejak 2009, dengan hak untuk menentukan kebijakan domestiknya. Penolakan atas klaim AS juga datang dari otoritas Denmark dan Greenland, yang meminta agar integritas teritorial mereka dihormati.

Baca Juga  Harga Cabai Rawit Rp36.850/kg, Telur Ayam Rp30.300/kg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *