Jackiecilley.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya penguatan penerbangan domestik sebagai strategi menghadapi penutupan ruang udara di beberapa negara yang dapat memengaruhi konektivitas global. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Kamis malam, Dudy menjelaskan bahwa pemerintah berupaya menahan kenaikan tarif tiket domestik agar tetap terjangkau, untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di tengah tantangan eksternal.
Pentingnya stabilitas tarif tiket dari sektor penerbangan domestik ditekankan Dudy mengingat kondisi global yang menekan sektor pariwisata dan penerbangan internasional. Pengalaman krisis ekonomi dan pandemi COVID-19 sebelumnya menunjukkan bahwa pasar domestik menjadi penopang utama ketika kunjungan wisatawan asing menurun drastis.
Dudy menambahkan, langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan perjalanan dalam negeri, yang sangat crucial bagi industri pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga mengingatkan perihal pembatasan ruang udara, termasuk oleh China, yang berpotensi mengganggu pariwisata Indonesia. “Kami tidak bisa melarang negara lain mengurangi penerbangan. Setiap negara punya pertimbangan masing-masing,” ujarnya.
Di tengah kenaikan harga avtur global, Dudy menekankan agar tarif tiket pesawat kelas ekonomi tidak melebihi kenaikan 13 persen, sesuai dengan kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemerintah menetapkan batas kenaikan yang berkisar antara 9 hingga 13 persen untuk memastikan maskapai tidak mengambil keuntungan berlebihan.
Dudy berharap kondisi global segera membaik hingga dapat memulihkan penerbangan internasional, sementara pasar domestik terus diperkuat untuk mengantisipasi penurunan arus wisatawan mancanegara.