Langkah BBM Subsidi dan Bantuan Irigasi Selamatkan Sawah Petani

[original_title]

Jackiecilley.com – Bulir-bulir padi yang menguning dapat terlihat di Desa Geyongan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada pertengahan September 2026. Ini adalah hasil upaya petani untuk mempertahankan tanaman padi mereka di tengah tantangan serius akibat kemarau yang diperparah oleh fenomena El Niño.

Mashudi, Ketua Forum Petani dan Masyarakat Desa Geyongan, menjelaskan bahwa kondisi tanah yang sebelumnya retak kini telah terisi air berkat sistem irigasi bertekanan yang diimplementasikan. “Kami sempat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman gagal panen,” ujarnya dalam wawancara pada 29 Oktober. Meski telah berpengalaman bertani selama bertahun-tahun, ia tidak luput dari kecemasan ketika pasokan air semakin sulit didapat.

Desa Geyongan mengelola sekitar 90 hektare lahan pertanian, sebagian besar bergantung pada air hujan, yang membuatnya rentan terhadap perubahan iklim. Salah satu sumber pengairan penting adalah embung seluas 4,5 hektare, yang dirancang untuk melayani 60 hektare lahan. Namun, kebocoran selama tiga tahun terakhir telah mengurangi kapasitas embung tersebut. “Cadangan air menipis sejak Juni 2026, mencapai titik terburuk pada Juli dengan tinggi muka air hanya tersisa sekitar 30 hingga 40 sentimeter,” jelas Mashudi.

Kondisi ini memaksa distribusi air dilakukan secara bergiliran setiap empat hari dengan jumlah yang terbatas. Upaya pengisian embung dari daerah Giwangan, yang berjarak sekitar 18 kilometer, juga tidak memadai akibat debit sungai yang terlalu kecil. Dengan demikian, tantangan pengelolaan air menjadi salah satu prioritas utama bagi petani di wilayah tersebut.

Baca Juga  Gus Lilur Ajak Reformasi dan Penataan Kepengurusan PBNU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *