Kepala BNPB Gunakan Motor Trail Akses Lokasi Longsor Jepara

[original_title]

Jackiecilley.com – Banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah mengganggu akses jalan dan menghancurkan beberapa rumah warga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk berdialog dengan masyarakat serta meninjau dampak bencana.

Dalam perjalanannya menuju lokasi yang terletak di daerah pegunungan Muria, Suharyanto harus menggunakan sepeda motor trail dan menempuh jarak sekitar 7 kilometer, mengingat masih ada sisa longsoran yang belum dibersihkan. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat keadaan rumah-rumah yang rusak parah akibat banjir tersebut.

Suharyanto menegaskan pentingnya penanganan bencana dilakukan secara komprehensif, berfokus pada kebutuhan mendasar masyarakat. Di Desa Tempur, tercatat ada delapan rumah yang rusak dan 13 kepala keluarga terdampak. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa. Ia menekankan bahwa untuk kawasan yang berisiko, relokasi menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan.

Relokasi ini dapat ditentukan pemerintah atau dilakukan secara mandiri oleh warga yang terdampak. Suharyanto meminta agar lahan untuk relokasi disiapkan, di mana BNPB akan bertanggung jawab membangun rumah baru.

Selain itu, Suharyanto juga menegaskan perlunya pemulihan akses transportasi yang terputus akibat bencana, yang berdampak pada sekitar 3.500 kepala keluarga. Targetnya, dalam dua hingga tiga minggu ke depan, semua akses dapat pulih, diikuti dengan perbaikan infrastruktur, termasuk pembangunan jembatan permanen.

Suharyanto mengingatkan pemerintah daerah untuk memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna menangani bencana ini dengan efektif. Akhir kunjungan, Suharyanto menggelar rapat koordinasi dengan jajaran terkait untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan dengan baik.

Baca Juga  Prabowo Bahas Penguatan Industri Tekstil dan Chip di Rapat Minggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *