Jackiecilley.com – Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan pertumbuhan perusahaan skala kecil, yang kerap terhambat oleh keterbatasan teknologi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan rencana untuk mendirikan lima hingga enam industri baru berbasis teknologi mutakhir. Kerja sama ini dilakukan dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dari Jepang.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan bahwa pengembangan industri tersebut akan mengintegrasikan teknologi dari luar negeri. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada hari Selasa. Fauzan menjelaskan, meskipun Indonesia memiliki banyak perusahaan kecil, banyak yang belum dapat berkembang secara maksimal karena kekurangan teknologi. Salah satu sektor dengan potensi tinggi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Fauzan mengungkapkan, peningkatan jumlah PLTSa di Indonesia diharapkan tidak hanya mengandalkan teknologi asing, tetapi juga melibatkan pengembangan dalam negeri. Melalui kolaborasi ini, proses transfer teknologi akan berlangsung antara perusahaan asing dan tenaga ahli lokal, berupaya mencapai keuntungan timbal balik.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan industri, termasuk semikonduktor dan sel surya. Ia berharap industri baru dapat terwujud dalam satu atau dua tahun mendatang. Jepang akan berpartisipasi dengan menyediakan profesor dan industri yang terlibat dalam proyek ini.
Melalui inisiatif ini, pemerintah ingin mendorong ekosistem riset yang lebih kuat di Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan inovasi domestik.