Indonesia Harus Optimalkan Perdagangan Batu Bara, Kata Menko Bahlil

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyoroti posisi Indonesia dalam perdagangan batu bara global yang dinilai belum mencerminkan pengaruhnya terhadap pasokan dunia. Dalam forum Bali Tech Week 2026 yang berlangsung di Denpasar, Bali, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah mulai menerapkan pengelolaan produksi batu bara dengan mempertimbangkan keseimbangan pasokan dan permintaan untuk meningkatkan kontrol atas komoditas tersebut.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan batu bara dunia mencapai sekitar 8,9 miliar ton, namun hanya 1,3 miliar ton yang diperdagangkan. Dari jumlah tersebut, Indonesia diperkirakan akan mensuplai sekitar 540 juta ton atau 43 persen pada tahun 2025. Meskipun Indonesia menjadi salah satu pemasok utama, Bahlil menegaskan bahwa harga batu bara masih banyak dipengaruhi oleh trader internasional, bukan oleh Indonesia sendiri.

Kondisi ini, menurutnya, perlu diperbaiki agar Indonesia mendapatkan manfaat yang lebih besar dari sumber daya alam yang dimiliki. Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2026, pemerintah telah mengubah pendekatan kebijakan dengan lebih fokus pada keseimbangan produksi dan kebutuhan pasar.

Bahlil juga mencatat bahwa harga batu bara kini mencapai sekitar 154 dolar AS per metrik ton, yang menjadi level tertinggi sejak tahun 2023. Pemerintah berupaya memastikan bahwa jumlah produksi batu bara Indonesia selaras dengan kebutuhan global, sehingga diharapkan bisa meningkatkan posisi dan pendapatan dari komoditas penting ini.

Baca Juga  Danantara Investasi di Aplikasi Ojol, Targetkan Diskon 8%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *