Gunung Semeru Erupsi Lagi, Letusan Pagi Capai 1.000 Meter

08 April 2026 – Gunung Semeru erupsi kembali pada Rabu pagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak. Laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat erupsi terjadi pukul 07.04 WIB, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Aktivitas itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.

Beberapa jam sebelumnya, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu juga sempat erupsi pada pukul 05.30 WIB dengan tinggi kolom sekitar 700 meter di atas puncak. Sehari sebelumnya, Selasa petang, erupsi Semeru disertai awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer ke arah tenggara atau Besuk Kobokan, dengan tinggi kolom letusan sekitar 2.000 meter di atas puncak. Rangkaian aktivitas ini membuat pengawasan di kawasan rawan kembali diperketat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyatakan status aktivitas Semeru saat ini masih Level III atau Siaga. Dalam rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak dan dalam radius 5 kilometer dari kawah. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Antara News

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho, S.Sos., menyebut hingga Selasa malam belum ada laporan dampak langsung dari luncuran awan panas tersebut. Meski demikian, BPBD tetap menyiapkan pos jalur evakuasi dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun. Material vulkanik yang menumpuk di lereng Semeru dinilai dapat memicu banjir lahar susulan di aliran sungai berhulu dari puncak.

Baca Juga  Regulasi Perfilman dan Pembatasan Akses Media Sosial Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *