Forest City: Dari Kota Hantu Jadi Sarang Penipuan Modern

[original_title]

Jackiecilley.com – Awalnya dikenal sebagai kota hantu, Forest City di Malaysia kini beralih fungsi menjadi pusat aktivitas penipuan. Megaproyek yang diluncurkan pada tahun 2016 ini, awalnya dibangun oleh pengembang asal China dengan harapan dapat menampung 700.000 penduduk dalam zona keuangan khusus. Namun, sepuluh tahun setelah peluncurannya, diperkirakan kurang dari 1% kuota populasi tersebut yang terealisasi.

Kondisi di Forest City kini sangat kontras dengan cita-citanya. Gedung pencakar langit yang terbengkalai berdiri di atas jalanan sepi, menciptakan suasana yang menyeramkan. Banyak apartemen yang belum terisi dan dipenuhi debu, mencerminkan kegagalan proyek besar ini.

Pada bulan Juli, polisi Malaysia mengambil langkah tegas dengan menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi pusat penipuan di kawasan tersebut. Sebanyak 335 orang ditangkap, dengan aset senilai satu juta ringgit disita, termasuk ratusan komputer dan ponsel. Penyelidikan mengungkap bahwa sindikat penipuan, yang terutama melibatkan warga negara Tiongkok dan Indonesia, beroperasi dengan modus investasi palsu dan penipuan berkedok asmara.

Kepala Kepolisian Johor, Ab Rahaman Arsad, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Interpol untuk menelusuri otak di balik operasi tersebut. Beberapa ahli mencatat bahwa aktivitas kriminal di kawasan ini mungkin hanyalah puncak dari gelombang industri penipuan yang lebih besar, di mana jaringan penipuan semakin terstruktur dan profesional.

Forest City, yang dulunya dijanjikan sebagai “kota emas”, kini menjadi cerminan nyata dari risiko investasi yang tidak terencana dan penipuan lintas negara yang merugikan banyak orang.

Baca Juga  Penguatan Ekosistem Perumahan dan KUR di Jabar Diluncurkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *