Jackiecilley.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak usulan gencatan senjata tujuh hari yang diajukan oleh Iran, terkait pembukaan Selat Hormuz. Penolakan ini disampaikan oleh seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal. Usulan tersebut muncul setelah Iran mengajukan peta jalan baru untuk mengembalikan kondisi lalu lintas maritim di selat yang merupakan jalur strategis bagi pasokan minyak dunia.
Usulan tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang mengharapkan Amerika Serikat untuk memenuhi kesepakatan yang telah dibuat dalam Nota Kesepahaman pada 17 Juni lalu, yang belum dilaksanakan. Araghchi menginginkan pencairan aset Iran yang dibekukan senilai USD 12 miliar dan pencabutan sanksi minyak, serta pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Araghchi menekankan bahwa pertikaian, terutama di Lebanon, harus dihentikan selama periode gencatan senjata tersebut. Ia menegaskan, setelah syarat tersebut dipenuhi, Selat Hormuz dapat dibuka kembali, dan negosiasi untuk kesepakatan akhir dapat dimulai pada hari ketujuh.
Namun, respons dari Trump menunjukkan skeptisisme yang tinggi terhadap Iran. Dalam beberapa jam setelah usulan tersebut, Trump secara tegas menolaknya, menambah ketegangan yang terus berlanjut antara kedua negara, terutama setelah pernyataan keras Trump di hadapan Majelis Umum PBB yang sebelumnya mengancam akan “memusnahkan” Iran.
Hingga saat ini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana dari Iran tersebut, meninggalkan ketidakpastian di tengah ketegangan regional yang sedang memanas.