Jackiecilley.com – Kementerian Kehutanan mengumumkan hasil survei terbaru mengenai populasi orang utan Sumatera dan orang utan Tapanuli, yang menunjukkan jumlah mereka semakin menurun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan antara 2021 hingga 2023, populasi orang utan Sumatera diperkirakan hanya mencapai 11.694 individu, sedangkan orang utan Tapanuli yang lebih terancam, hanya tersisa 716 individu.
Hasil survei ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi orang utan Sumatera dan Tapanuli yang berlangsung di Medan pada 18 Juli 2023. Data tersebut menjadi dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan konservasi untuk kedua spesies endemik Indonesia ini. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk memastikan keberhasilan program perlindungan spesies ini.
Rohmat menjelaskan, efektivitas konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari akademisi, mitra konservasi, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan habitat dan pengelolaan kawasan konservasi guna menjaga keberlangsungan hidup kedua spesies tersebut.
Dalam seminar tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, menambahkan bahwa habitat orang utan tidak terbatas pada kawasan konservasi saja. Keberadaan mereka juga melintasi hutan lindung serta hutan produksi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya kolaboratif dari berbagai pihak dalam konservasi.
Seminar ini tidak hanya menyampaikan hasil survei, tetapi juga menandai dimulainya persiapan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) untuk kedua spesies hingga 2026, yang diharapkan dapat menjadi landasan strategis dalam perencanaan konservasi di masa mendatang.