Konsumsi Lebaran 2026 Diprediksi Tertahan Menurut Ekonom

[original_title]

Jackiecilley.com – Konsumsi masyarakat selama Lebaran 2026 menunjukkan tren kehati-hatian, menurut ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Dia mengemukakan bahwa penurunan jumlah pemudik dan tingkat okupansi hotel di berbagai daerah wisata menggambarkan kondisi ini. Hal ini mencerminkan sikap selektif masyarakat saat menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Masyarakat tercatat hanya membelanjakan sekitar 72 persen dari pendapatan mereka pada Februari 2026. Sementara itu, sekitar 11 persen dihabiskan untuk cicilan dan 17 persen disisihkan sebagai tabungan. Wijayanto menyebutkan, proporsi tabungan ini menjadi yang tertinggi pasca-COVID-19, dan menunjukkan kekhawatiran warga terhadap pendapatan di masa depan.

Walau demikian, momentum Lebaran diharapkan tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional pada kuartal I 2026. Diperkirakan, sekitar Rp135 triliun hingga Rp145 triliun akan mengalir ke daerah dari belanja pemudik, baik dalam bentuk konsumsi langsung maupun transfer kepada keluarga. Namun, dampak tersebut akan terasa terbatas pada kuartal II.

Wijayanto mengingatkan potensi perlambatan ekonomi setelah momen Lebaran. Beberapa faktor seperti akhir dorongan musiman konsumsi, masalah produksi pangan akibat El Nino, dan peningkatan harga bahan bakar dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ia memperkirakan bahwa pemerintah daerah akan menghadapi kesulitan dana mulai kuartal III 2026, akibat pemangkasan transfer, yang dapat menggerus peran daerah dalam pertumbuhan ekonomi.

Dengan situasi ini, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam mengatasi tantangan ekonomi yang mungkin timbul.

Baca Juga  Strategi Prabowo Berfokus pada Pemberantasan Kemiskinan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *