Jackiecilley.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa tidak ada kemungkinan untuk melakukan negosiasi dengan teroris, sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky. Pernyataan tersebut muncul setelah Zelensky memperingatkan maskapai penerbangan dan pemerintah asing mengenai risiko yang meningkat terhadap penerbangan sipil di atas wilayah Rusia akibat eskalasi kampanye drone jarak jauh Ukraina.
Zelensky, dalam pernyataannya pada hari Selasa, mengungkapkan bahwa periode aman bagi penerbangan sipil di Rusia telah berakhir, menyiratkan bahwa tindakan militer Ukraina akan semakin membahayakan keselamatan penerbangan. Peringatan ini dilontarkan dalam konteks konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Putin mengeluarkan tanggapannya dalam konferensi pers yang diadakan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebutkan bahwa pernyataan Zelensky dapat dianggap sebagai langkah menuju tindakan teror negara. Putin juga menyoroti bahwa pihak Ukraina meminta untuk melanjutkan negosiasi dan pertemuan tatap muka, sementara ia menegaskan bahwa hal ini tidak mungkin dilakukan tanpa menghormati keamanan dan kedaulatan.
Ketegangan di antara Rusia dan Ukraina terus meningkat, dan ancaman terhadap penerbangan sipil menambah kompleksitas situasi. Sebagai dampak dari konflik, banyak negara dan perusahaan penerbangan juga menanggapi dengan meninjau rute penerbangan mereka untuk menghindari daerah yang berpotensi berbahaya.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran internasional mengenai keselamatan penerbangan di kawasan tersebut, sementara masyarakat global mengamati perkembangan selanjutnya dari konflik yang tidak kunjung reda.