Jackiecilley.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Haji Medan, Sumatra Utara untuk meninjau kondisi anak-anak yang menjadi korban keracunan makanan. Insiden tersebut terjadi pada 13 Agustus lalu, ketika ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa anak mengalami gejala serius dan satu di antaranya harus dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Sudaryono mengungkapkan kekecewaannya atas kelalaian penyedia makanan yang menyebabkan ancaman bagi nyawa anak-anak. “Ini bukan hanya angka, tetapi terkait nyawa. Satu orang pun tidak boleh keracunan,” tegas Sudaryono. Dia menganggap kelalaian dalam proses penanganan makanan sangat fatal, mengingat ratusan ikan basah dibiarkan di suhu ruangan tanpa pendinginan selama lebih dari 12 jam sebelum diolah.
Sebagai respons, BGN memberikan sanksi terhadap dapur yang bertanggung jawab dan merekomendasikan pemecatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. BGN juga menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib untuk investigasi lebih lanjut.
Dalam perkembangan kesehatan, tim medis RS Haji Medan melaporkan bahwa kondisi para korban mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif, termasuk pengosongan lambung dan antibiotik. Semua biaya perawatan ditanggung oleh program Universal Health Coverage (UHC) dari Pemerintah Provinsi Sumut, yang mendapat apresiasi dari Sudaryono.
Dia berharap agar semua anak yang dirawat bisa segera sembuh dan dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Sudaryono menekankan pentingnya disiplin dalam pengolahan makanan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.