18 February 2026 – Rabu abu 2026 katolik diperingati umat Katolik di Indonesia dan berbagai belahan dunia pada Rabu, 18 Februari 2026. Perayaan ini menandai pembukaan resmi Masa Prapaskah, periode 40 hari persiapan rohani menjelang Hari Raya Paskah.
Rabu Abu dikenal dengan ritual utama pemberian abu di dahi umat yang mengikuti Misa. Abu ini biasanya berasal dari daun palma yang dibakar dari perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya dan dioleskan oleh imam dalam bentuk salib sebagai simbol pertobatan, kerendahan hati, dan kesadaran akan kefanaan manusia. Wikipedia
Perayaan Rabu Abu tahun ini dilaksanakan di gereja-gereja Katolik di seluruh Indonesia, termasuk jadwal Misa di beberapa Katedral besar seperti Katedral Jakarta, Katedral Surabaya, dan Katedral Medan dengan berbagai jam pelayanan sepanjang hari. Umat berkumpul untuk menerima tanda salib dari abu serta mengikuti prosesi liturgi yang menjadi tonggak awal periode tobat ini.
Selain pemberian abu, terdapat sejumlah aturan puasa dan pantang yang diikuti umat Katolik. Ketentuan puasa ini menurut hukum kanonik berlaku bagi umat berusia tertentu dan mengatur pola makan pada hari Rabu Abu serta Jumat Agung, sedangkan pantang biasanya mencakup larangan mengonsumsi daging. Tujuan utama dari puasa dan pantang adalah melatih pengendalian diri, memperdalam doa, dan memperkokoh solidaritas terhadap sesama.
Momentum Rabu Abu 2026 juga hadir di tengah rangkaian perayaan keagamaan dan budaya lainnya di Indonesia seperti perayaan Tahun Baru Imlek dan awal Ramadhan pada periode yang berdekatan, mencerminkan keragaman praktik keagamaan dalam masyarakat.
Perayaan ini menjadi titik awal Masa Prapaskah yang akan berlanjut hingga mendekati Minggu Paskah, yang jatuh pada April 2026. Selama periode tersebut, umat diajak untuk memperdalam refleksi rohani, doa, dan amal sebagai bagian dari persiapan menyambut kebangkitan Yesus Kristus.